Adhimastra.wordpress.com

Menulis kata yang terlintas

  • Arsip

  • Kategori

  • Meta

3000 Profesor dan 9000 Dosen akan Disertifikasi

Ditulis oleh adhimastra di/pada 28 September 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 3000 profesor dan 9000 dosen akan disertifikasi pada 2008 mendatang. Untuk profesor, sertifikasi akan diberikan secara otomatis. “Karena mereka merupakan tingkatan tertinggi dari pendidik,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Fasli Jalal kepada Tempo usai membuka Asian Forum on Bussiness Education (AFBE) 2007 di Jakarta, Senin (3/12).

Untuk dosen, kata Fasli, tidak berlaku mekanisme otomatis. Karena masih banyak yang belum menempuh pendidikan tingkat master atau S-2. Kuota sertifikasi untuk dosen akan dihitung berdasarkan data angka kredit akademik, keterlibatan dalam jurusan dan departemen, dan prestasi.

“Untuk yang belum S2, akan ditingkatkan lebih dulu kualifikasi akademiknya. Yang sudah S2 akan diangkat berdasarkan pertimbangan,” katanya.

Jika selesai disertifikasi, Fasli melanjutkan, dosen dan profesor akan mendapatkan pendapatan tambahan, satu kali gaji. REH ATEMALEM S.

Senin, 03 Desember 2007 | 14:19 WIB

sumber: klik disini

Ditulis dalam ARTIKEL, CATATAN PRIBADI | Leave a Comment »

ANAK-ANAK YANG BIKIN AKU KEKANAK-KANAKAN

Ditulis oleh adhimastra di/pada 21 September 2009

Terkadang ulah anak-anak bikin orang tua jadi jengkel, tapi tak jarang juga ulah anak-anak bikin hati jadi kesemsem, sedikit ketawa dalam hati lalu haa..aaaa.haaaa (kayak mbah surip aja).
Di bawah ini foto anak-anak yang bikin jadi hati kesemsem: 1. si Joni ber-ulah layaknya seorang IT-man aja, semoga nanti betul begitu; 2. si Joni dengan karyanya konon sempat bikin guru sekolahnya nggak percaya lalu dia di tes, hasilnya yah seperti yang dipegang itu; 3. lagi-lagi IT-man 1
IT-man

IT-man

Kewangen - karya Joni

Kewangen - karya Joni

IT-man 1

IT-man 1

Ditulis dalam CORAT-CORET | Leave a Comment »

CHRIS JOHN DI HARI YANG FITRI

Ditulis oleh adhimastra di/pada 20 September 2009

Pada Rabu, 09 September 2009 14:35 WIB Jakarta, (tvOne)

Promotor tinju RE Sihotang MBA menyatakan keyakinannya bahwa Chris John akan kembali mampu menaklukan penantangnya, Rocky Juarez, dalam pertandingan di MGM Grand Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 19 September mendatang. “Saya yakin dia menang lagi lawan Juarez,” katanya kepada pers di Jakarta, Rabu menanggapi rencana pertandingan Chris John melawan Rocky Juarez.

Dan ternyata prediksi Promotor tinju RE Sihotang MBA itu benar adanya. Tadi siang, Chris berhasil menang atas lawannyachrisjohnsabuk08

di Las Vegas Amerika Serikat. Ini berarti lagi-lagi berkah bagi Indonesia, karena dalam bulan ramadhan ini ada dua keberhasilan yang luar biasa dicapai, satu dengan tertangkapnya atau tertembaknya gembong teroris yang paling dicari si Noerdin M Top di Solo, kemudian hari ini kemenangan Chris John menambah kemenangan dihari yang Fitri ini. Bravo buat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tidak salah jika  menurut Bola.net – Pemerintah melalui Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Adhyaksa Dault mengusulkan petinju juara dunia WBA kelas bulu (57,1 kg) Chris John menjadi petinju terbaik.

“Pengusulan tersebut atas prestasi yang diraih Chris John yang kembali dapat mempertahankan sabuk juara dunia yang ke-11 kalinya,” kata Wakil Ketua KONI Sumut, Agung Sunarno di Medan, Selasa (10/3).

Sekali lagi buat Chris, ayah dua orang putri itu (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani), SELAMAT JUARA DALAM gelar Super Champions

Ditulis dalam CORAT-CORET | 1 Komentar »

Selamat Buat Teman Lama: UNTUNG YOGA ANA

Ditulis oleh adhimastra di/pada 18 September 2009

Untung Yoga Ana

Untung Yoga Ana

Tidak ada kenangan manis yang mudah dilupakan, ketika ingat dengan teman lama, dulu, waktu semasa es-em-a aku punya teman yang namanya Untung Yoga Ana. Waktu itu, kita (teman-teman se es-em-a) memanggilnya dengan nama tut untung, begitu aja. Karena rindu, jadi kucoba buka google, kutulis sebuah nama : I Ketut Untung Yoga Ana.  Yah, ketemu juga. Ternyata baru empat bulan si dianya menjabat sebagai Kapolwiltabes Bandung, Komisaris Besar I Ketut Untung Yoga Ana ditarik ke Mabes Polri untuk menduduki jabatan baru sebagai Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri. Sebelum menjabat Kapolwiltabes Bandung, aku sering nonton di TV dianya menjabat Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya.

Nah, mungkin sekarang tinggal kuucapkan selamat buat sahabat es-em-a. Sukses senantiasa menyertaimu.

Ditulis dalam CATATAN PRIBADI | Leave a Comment »

KETIKA ODALAN TELAH USAI

Ditulis oleh adhimastra di/pada 20 Agustus 2009

Sejak hari jumat lalu keluarga di rumah Kubu Panggung (nama tempat odalan ini dilangsungkan) telah sibuk menyiapkan segenap keperluan buat menghadapi acara rutin enam bulanan Bali, yakni pada hari Buda Cemeng Ukir. Dan hari ini sejak pagi hari sudah dilewati dengan acara ngelawar (masakan khas Bali). Sebenarnya banyak cerita yang terlintas dalam benak ketika berbelanja ke pasar Badung buat belanjaan hari ini, seperti tempat parkir yang baru aku perhatikan (ternyata berlantai dua, dibawah buat jualan baju sedangkan di atasnya yah tempat parkir), kemudian kemacetan-kemacetan dijalan Sulawesi ini, memang krodit sekali.

Sempat juga aku bawa lawar ke ipar yang ada di Padangsambian, ini kulakukan karena untuk odalan kali ini koordinatornya ya aku ini, sehingga praktis kesibukan padat menyita waktu. Dan setidaknya buat empat tahun sekali aku kirim lawar kesana (padangsambian, ke Ir. Wy. Jandra B).

Belum sempat istirahat sejenak, kembali mulai jam 5 sore ngelawar untuk persiapan jamuan makan malam harus dipersiapkan. Hingga akhirnya acara puncak odalan dimulai sekitar pukul 19.30 wita dan berakhir 22.30.  Terasa suasana khidmat, tenang, damai, penuh rasa kekeluargaan hampir semua keluarga datang, hanya beberapa yang tidak sempat entah apa sebabnya. Seperti made adi, mangde dari sumerta tidak diketahui alasannya kenapa tidak hadir? Sedangkan keluarga Beli Karigina, tidak hadir lantaran ada upacara juga sehingga tidak bisa ikut odalan hari ini.

ngelawar 1banten odalansanggah 1sanggah 2

odalan

mangku 2009

usai odalansanggah natah

foto di atas dari kiri ke kanan

1. Ngelawar buat jamuan malam

2. Banten odalan yang akan disiapkan

3. Deretan pelinggih dilihat dari bale pyasan

4. Deretan pelinggih: Taksu, Padmasari, Rong Telu, Ngerurah

5. Odalan sedang dimulai pukul 19.30

6. Mangku Gede Wisnu Wardana

7. Usai matur sembah lalu menikmati hidangan atau nglungsur

8. Pelinggih/sanggah Natah pun dihias sebagai pertanda Odalan

Ditulis dalam SANGGAH GEDE | Bertanda: | Leave a Comment »

ARTIKEL GEDE PRAMA, PANCARAN PUITIS DARI BHAGAVADGITA

Ditulis oleh adhimastra di/pada 18 Agustus 2009

bhagavad_gitaMembaca tulisan Gede Prama yang memang senantiasa menarik untuk direnungkan, terutama artikelnya dalam Penutur Kejernihan yang berjudul “Dalam Cahaya Terang Keheningan”. Terasa kembali mengingatkan masa-masa lalu ketika dimana sedang suka-sukanya membolak-balikkan lembaran buku bhagavadgita (ketika semasih SMA). Tapi tentunya dalam perspektif berbeda dengan pandangan dulu itu, hanya saja apa yang telah diuntai oleh penutur kejernihan Gede Prama lebih memberikan kedalaman dalam pemahaman yang mengalir dalam bahasa indah bahasa puitis dan penuh dengan ungkapan-ungkapan yang mendorong kita untuk masuk lebih kedalam.

Ketika Arjuna dinasihati oleh Sri Krisna, akan makna daripada atman pada diri manusia. Dimana sejatinya bahwa tidak ada yang dibunuh dan tidak pula ada yang membunuh atman. Kematian bagi tubuh ini adalah suatu hal yang pasti dialaminya, namun jiwa yang bersemayam dalam tubuh ini tidak pernah mengalami kematian. Yang mengerti ini sebetulnya tidak membunuh siapa-siapa.

Arjuna pun mengeluh gemetar bibirnya mengucapkannya: “Tetapi bagaimana aku, oh Madusudana bisa menyerang Bisma dan Drona, mereka yang patut kuhormati, dengan panah dalam pertempuran ini, Arisudana?”

Dua bait puitis ini dilantunkan oleh Sri Krisna buat meredakan hati gundahnya Sang Arjuna: “Engkau berduka bagi mereka yang tak patut kau sedihi namun engkau bicara tentang budi pekerti, orang budiman tidak akan bersedih baik bagi yang hidup maupun yang mati” (BGH-Samkhya Yoga, II.11)

“Tidak pernah ada saat dimana aku, engkau dan para raja ini tidak ada dan tidak akan ada saat dimana kita berhenti ada, sekalipun sesudah ini” (BGH, II.12)

Namun terkadang penutur berpindah ke puisi lainnya seperti: “dia yang  jiwanya terkonsentrasikan oleh Yoga, melihat Atman ada pada semua insan dan semua insan ada pada Atman, dimana-mana ia melihat yang sama” (BGH-Dyana Yoga, VI.29)

Dan akhirnya ditutup dengan puisi berikut: “dia yang tidak bergirang menerima suka dan juga tidak bersedih menerima duka, tetap tinggal tenang dan berteguh iman mengetahui Brahman, bersatu dengan Brahman” (BGH-Karma Samyasa Yoga, V.20).

Kira-kira demikian yang dapat ditanggapi untuk  tulisan indahnya Gede Prama, semoga dapat menambah kedalaman hati yang mengarungi kehidupan ini.

Ditulis dalam PENCERAHAN | Bertanda: | Leave a Comment »

SANGGAH GEDE PAMEKEL DI BANJAR KARANGSUWUNG

Ditulis oleh adhimastra di/pada 18 Agustus 2009

Untuk ukuran suatu keluarga besar, mungkin patut keluarga Pamekel di Banjar Karangsuwung ini disebut sebagai Keluarga Besar. Karena, jumlah anggotanya hingga saat ini telah mencapai lebih dari 60-an KK. Oleh karenanya wajarlah Keluarga besar Pamekel ini menjadi suatu keluarga yang mendominasi jumlah warga banjar Karangsuwung, (jumlah warga banjar lebih kurang 170 KK). Dan ini pulalah menyebabkan keluarga pamekel mempunyai Sanggah Gede.
Ada beberapa sanggah gede yang ada di Banjar Karangsuwung, seperti sanggah gede: Pamekel; Manikan (sekarang menyebut diri sebagai Arya Manik Wangbang Pinatih); Dauh (sekarang menyebut diri sebagai Arya Dauh); dan tentunya sanggah gede lainnya.
Ada cerita menarik yang pernah terdengar, yang diceritakan oleh salah satu pengelingsir keluarga Pamekel. Dinyatakan bahwa sebelum banjar karangsuwung ini ada, keluarga pamekel yang dikenal dengan sebutan soroh Pasek Gelgel dulunya bertempat di Gelgel Klugkung. Konon ketika kekalahan Kyai Agung Maruti, keluarga pasek pamekel ini mengungsi ke daerah selatan yakni Bualu. Hingga akhirnya berhenti di daerah bukit terjal yang kini dikenal sebagai Pura Batu Pageh atau Pura Batu Rejeng di Ungasan. Karena tekun mengadakan tapa semadi, singkat cerita mendapatlah anugrah keluarga pasek pamekel ini dari Sesuhunan yang melinggih atau berstana di Pura Batu Rejeng itu. Panugrahannya adalah untuk kembali membantu perjuangan ke puri Gelgel (tentunya bersama-sama dengan pasukan lainnya yang masih setia dengan Kyai Agung Maruti). Dan perjuangan ini mendatang hasil memuaskan, sehingga oleh pihak penguasa atau raja (tidak disebutkan siapa rajanya pada waktu itu?) maka keluarga pamekel ini diberi hadiah untuk menempati sebuah daerah di Badung disertai beberapa orang yang ikut dalam arus urbanisasi ini seperti keluarga Dauh keluarga keluarga Tenten dan beberapa orang yang diperkirakan telah memiliki skill dalam menghadapi hidup in. Tempat yang diberikan itu dikenall sekarang sebagai Banjar Karangsuwung (mungkinkah dulunya tempat ini memang merupakan areal yang sepi suung, tidak atau sedikit penghuninya?). Ini tentunya suatu cerita yang patut difilter terlebih dahulu kesejatiannya, namun walaupun demikian halnya tetap saja dibutuhkan informasi awal guna menelusuri suatu keadaan yang sebenarnya gamang dalam suatu kesimpangsiuran cerita. Dan cerita di atas tentunya hanya titik awal menuju ke cerita selanjutnya jikalau ada.

Ditulis dalam SANGGAH GEDE | 2 Komentar »

PERSIAPAN ODALAN DI SANGGAH

Ditulis oleh adhimastra di/pada 17 Agustus 2009

Seperti saat-saat sebelumnya, setiap enam bulan sekali di sanggahku ada odalan sanggah (ada juga yang menyebutkan merajan). Kali ini kebetulan giliranku untuk mengkoordinir kegiatan ini. Nah, jadilah kesibukan ini menyita waktu istriku untuk menyiapkan segalanya.
Dalam keluarga besar di rumahku ada kebiasaan yang menurut pendapat pribadi, sangat bagus untuk menumbuhkan suatu kerukunan dalam keluarga, yakni kegiatan odalan di sanggah digilir koordinatornya setiap enam bulan sekali. Karena dalam keluarga yang ada di Kubu Panggung (begitu tanah kelahiran ini disebut oleh lingkungan kerabat tertentu) sekarang ini ada 8 keluarga maka praktis setiap empat tahun akan mengalami menjadi koordinatornya.
Sebenarnya persiapan odalan ini telah dimulai sejak purnama yang lalu, yaitu ketika bertepatan jatuhnya dengan hari besar Hindu yakni Pagerwesi. Biasanya pada saat purnama sebelum odalan tiba, akan diadakan terlebih dahulu semacam rapat atau dalam bahasa Bali dikenal sebagai parum keluarga. Namun karena hari itu bertepatan dengan Pagerwesi, dimana pada hari ini juga sekaligus sebagai hari untuk tangkil ke Pura Masjati serta ke pura kahyangan tiga di desa pedungan, sehingga praktis paruman di undur pelaksanaannya.

odalan 1Akhirnya parum keluarga diadakan pada hari minggu 9 Agustus 2009, yang mana pada pagi hari diadakan bersih-bersih dulu di areal sanggah. Malam sekitar pukul 7.30 wita parum dimulai.  Pada intinya parum menghasilkan keputusan untuk melaksanakan odalan sebagaimana yang sudah-sudah, namun memang ada yang lain dari biasanya yaitu bahwa mulai saat ini yang dapat giliran koordinator odalan sekalian juga akan menyelenggarakan kegiatan untuk upacara hari Tumpek Landep, sehingga kegiatan telah dimulai semenjak hari jumat sebelum tumpek landep.

Ditulis dalam Agenda | Bertanda: | Leave a Comment »

SELAMAT TINGGAL SAHABAT MUDA, DEWA ALIT

Ditulis oleh adhimastra di/pada 12 Agustus 2009

Berita kematian sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan, karena kematian adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Namun bagaimanapun juga hati ini rasanya tidak mampu menahan rasa sesak didada kala memperoleh berita itu lewat sebuah pesan elektronik. Dewa alit, sahabat muda ku telah berpulang. Pesan elektronik ini kuterima jam 10 malam disaat hendak menidurkan tubuh yang penat ini. Tersentak aku membacanya, istriku pun ikut terhenyak saat kubacakan email tersebut.
I Dewa Gde Alit Putra, ST.,M.Erg  adalah sahabat muda ku, yang kukenal ketika kuliah di Ergonomi UNUD (Universitas Udayana) sebuah program studi yang mempelajari ilmu hubungan manusia dengan perlengkapan kerja maupun lingkungan dan manusia lainnya. Dewa Alit termasuk peserta termuda dalam angkatan saat itu, ia tergolong sahabat yang polos berkata apa adanya, namun terkadang terkesan kekanak-kanakan. Hampir semua mahasiswa ergonomi saat itu suka mempermainkannya. Namun sekarang ia telah berpulang dalam usia yang amat muda, belum sampai kepala empat (36 tahun). Kenangan akan kehadirannya hampir setiap hari di rumahku ini masih melintas, minum kopi itu kesukaannya.

dewa_alit

Sangat disayangkan, kehilangan ini terjadi karena ia belum genap enam bulan menjalani pernikahannya bersama Juli, seorang dokter yang sekerja dengannya di IKM UNUD. Dan ditambah lagi ia meninggalkan benih yang baru berusia tiga bulan dalam kandungan Juli, nah lengkaplah rasa-roso yang menyesakkan dada. Belum lagi ia berencana akan melanjutkan kuliah doktoralnya ke Jepang, yang konon akan dibiayai penuh oleh lembaga. Yang kutahu ia selama beberapa bulan ini tengah mengikuti kursus bahasa Inggris guna persyaratan TOEFLE.

Tadi siang (saat aku melayat ke rumahnya di Banjarangkan Klungkung) kakaknya menceritakan betapa terpukulnya seluruh keluarga Dewa Alit dengan kejadian ini. Hal ini sudah kuduga sebelumnya. Beberapa kesan muncul dalam cerita kakaknya, seperti betapa Prof Adnyana Manuaba ikut menangis ketika melihat kondisi Dewa Alit saat di ICCU RSU Sanglah. Aku tahu betul hubungan antara Dewa ALit dengan Prof Adnyana Manuaba, dengan Prof Dewa Sutjana serta beberapa prof lainnya di UNUD. Bahkan Prof Manuaba menganggap Dewa Alit bagaikan putranya sendiri.

Dan kini aku hanya bisa bergumam di hati yang jauh di dalam, di dalam dan di dalam. Selamat tinggal sahabat muda, Dewa Alit.

Ditulis dalam CATATAN PRIBADI | Leave a Comment »

JEMBATAN SURAMADU

Ditulis oleh adhimastra di/pada 11 Agustus 2009

LIPUTAN 6 suramadu250px-Suramadu_on_bridge SURAMADU1SURAMADU2

MANFAAT

Dalam review studi kelayakan Jembatan Surabaya-Madura tahun 2002, disebutkan ada beberapa pertimbangan mengenai dampak dan manfaat dari keberadaan Jembatan Suramadu. Di antaranya adalah:

Manfaat Langsung (Primary Benefit)

Manfaat langsung dari Jembatan Suramadu adalah meningkatnya kelancaran arus lalu lintas atau angkutan barang dan orang. Dengan semakin lancarnya arus lalu lintas berarti menghemat waktu dan biaya. Manfaat selanjutnya adalah merangsang tumbuhnya aktivitas perekonomian. Manfaat langsung lainnya yang dapat diperhitungkan adalah nilai penerimaan dari tarif tol yang diberlakukan. Transportasi barang dan orang yang semakin meningkat, akan meningkatkan penerimaan dari tarif tol.

Manfaat Tidak Langsung (Secondary Benefit)

Manfaat tidak langsung atau manfaat sekunder adalah multiplier effect dari Jembatan Suramadu. Ini merupakan dinamika yang timbul dan merupakan pengaruh sekunder (secondary effect), antara lain:
  • Meningkatnya jumlah penduduk akan merangsang naiknya permintaan barang dan jasa. Selanjutnya akan merangsang meningkatnya kegiatan perekonomian, berkembangnya usaha di sektor pertanian, industri, perdagangan, jasa dan meningkatnya arus barang masuk ke Pulau Madura.
  • Meningkatnya kebutuhan untuk kawasan pemukiman dan infrastruktur
  • Meningkatkan PDRB dan kesejahteraan masyarakat.

Di Madura, umumnya kegiatan ekonomi masih bertumpu pada sektor pertanian primer (tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan). Artinya pertanian atau sektor tradisional menjadi sektor andalan yang nampak dari perolehan PDRB terbesar dibandingkan sektor lain. Sektor lainnya adalah pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik, gas, air bersih, bangunan, perdagangan, hotel, restoran, angkutan, pos, komunikasi, keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan.

Dampak Jembatan Suramadu

Dampak dari jembatan Suramadu (tahun 2006-2035) dapat dijelaskan sebagai berikut:

Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan PDRB

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto yang terjadi pada 4 (empat) kabupaten di wilayah Madura dapat dijelaskan:
Dari data-data pada tabel Dampak Jembatan Suramadu terhadap Pertumbuhan PDRB di 4 Kabupaten di Madura, dapat dijelaskan bahwa Kabupaten Bangkalan nilai pertumbuhan PDRB-nya paling besar di antara kabupatenkabupaten di Madura. Hal tersebut terjadi karena Bangkalan merupakan daerah yang paling menikmati keberadaan jembatan Suramadu. Apabila dilihat dari pertumbuhan PDRB dapat disimpulkan bahwa makin dekat dititik/ letak jembatan Suramadu akan semakin menunjukkan perubahan yang cepat akibat meningkatnya aktivitas ekonomi.

Peningkatan PDRB Kabupaten Bangkalan yang besar menunjukkan bahwa dampak jembatan Suramadu akan dapat mengembangkan sistem perekonomian yang ada, baik yang sudah berkembang maupun yang potensial untuk dikembangkan.
Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan Penduduk

Semakin lancarnya transportasi akan menimbulkan dampak pergerakan orang maupun barang. Sebelum dibangunnya Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang terbanyak penduduknya adalah Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Ternyata Kabupaten Bangkalan merupakan kabupaten yang menerima kelimpahan penduduk paling tinggi dibanding 3 kabupaten lainnya. Pada tahun 2035 atau setelah 30 tahun dibangunnya Jembatan Suramadu, maka jumlah penduduk di Kabupaten Bangkalan berjumlah 2,79 juta jiwa atau hampir dua kali lipat (98,98%) dibanding pertumbuhannya tanpa jembatan (1,40 juta jiwa). Dalam keadaan tersebut, tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun berkisar antara 2,02% – 3,16%.

Di Kabupaten Pamekasan, Sumenep, dan Sampang, tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun secara berturut-turut masing-masing berkisar antara 0,71%-0,51% atau dengan pertumbuhan yang cenderung menurun, 0,66%-1,45% dan 0,44%-0,50%. Jika jumlah penduduk dibandingkan dengan dan tanpa Jembatan Suramadu maka jumlah penduduk rata-rata per tahun di Bangkalan akan bertambah sebanyak 59,30%, Pamekasan (23,42%), Sumenep (18,65%), dan Sampang (12,62%).

Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan Income per Kapita

Semakin lancarnya transportasi ternyata akan meningkatkan kegiatan ekonomi yang selanjutnya akan meningkatkan pertumbuhan. Income per kapita merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Sebelum dibangunnya Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang tertinggi income per kapitanya adalah Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan

Jika income per kapita dibandingkan dalam keadaan dengan dan tanpa Jembatan Suramadu, maka income per kapita rata-rata per tahun di Bangkalan adalah akan bertambah sebanyak 93,63%, Pamekasan (48.68%).

Sampang (42,57%) dan Sumenep (20,03%). Sesudah dibangunnya Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang tertinggi income per kapitanya adalah Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Tampaknya respon ekonomi Bangkalan tetap lebih kuat dibanding tiga kabupaten lainnya.

Jembatan Suramadu dan Pertumbuhan Kawasan Permukimam

Semakin lancarnya transportasi juga menimbulkan dampak pada pertumbuhan kawasan pemukiman. Sebelum dibangunnya income per kapita. .

Jembatan Suramadu, secara berturut-turut kabupaten yang terluas kawasan pemukimannya adalah Kabupaten Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Setelah dibangunnya Jembatan Suramadu ternyata Kabupaten Sumenep merupakan kabupaten yang memiliki kawasan pemukiman terluas dibanding 3 kabupaten lainnya. Akan tetapi kalau melihat perbandingannya terhadap luas areal lahan yang tersedia, Kabupaten Bangkalan yang mengalami pertumbuhan kawasan pemukiman lebih pesat dibandingkan dengan 3 kabupaten lainnya.

SUMBER: http://www.suramadu.com/

Ditulis dalam PENGETAHUAN | Bertanda: | Leave a Comment »