YAYASAN DWIJENDRA NGAYAH KE PURA AGUNG GUNUNG RAUNG
This slideshow requires JavaScript.
Desa Pakraman Taro Kaja didukung ayah-ayahannya oleh Predesa se – Amunduk Taro ngaturang “Karya Agung Panca Wali Krama Penyegjeg Jagat di Pura Kahyangan Jagat Pura Agung Gunung Raung”, yang tingkatan Yadnyanya adalah Utama, dengan wewalungan kebo 16 (enambelas) ekor namun dalam perkembangannya berkembang menjadi 22 (dua puluhdua) ekor kerbau, menjangan, kijang, kambing diperkirakan 33 ekor dlsbnya, dengan puncak Karya dilaksanakan pada sasih Kedasa rahina Buda wuku Ugu, pinanggal 23 Maret 2011.
Dalam rangka karya tersebut Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, didukung oleh seluruh unit-unit dibawah naungan Yayasan ngaturang ayah ke Pura Kahyangan Jagat Pura AGung Gunung Raung, berangkat dengan 2 buah bus yang kurang lebih terdiri 70 orang ngaturang ayah dalam suatu Karya Agung yang pernah juga berlangsung sekitar kurun waktu 380 (tiga ratus delapan puluh) tahun yang lalu, demikian Ketua Prawartaka Karya ( I Nyoman Tunjung) menjelaskan kepada pihak Yayasan Dwijendra dalam penyanggra aturan ayah-ayahan hari ini Rabu, 16 Maret 2011.
Pada kesempatan yang baik ini, Yayasan Dwijendra ngaturang Punia yang diterima oleh Manggala karya serta Prawartaka karya, dan secara panjang lebar Prawartaka Karya sempat memberikan penjelasan mengenai bagaimana Karya ini berjalan dari awal hingga mendekati hari-hari “H” atau puncak karya. Dari penjelasan prawartaka, diperoleh informasi bahwa untuk merencanakan karya ini pihak Krama Taro amat awam (tidak punya pembanding) dalam mejalankan karya dimaksud. Hanya ketika telah berjalan dan dibimbing oleh Sang Yajamana (Ida Pedanda Grya Aan) nampaknya karya yang diharapkan atau yang akan dihaturkan ini sangat didukung oleh seluruh karama Bali maupun para sang angewerat baik Bali maupun



































